Dinamika Pemikiran Imam Al-Ghazali

18‏/02‏/2011 ·

A. PENDAHULUAN.
Ulama adalah pewaris para Anbiya yang keberadaannya seperti lampu yang bersinar dikegelapan malam selalu di butuhkan umat dari generasi kegenerasi sosoknya selalu di rindukan, karya pemikirannya selalu ditunggu dan menjadi hujah dalam kehidupan muslim dari dahulu sampai sekarang ini, mengkaji tentang kehidupan para ulama dan gaya pemikirannya yang telah di kontribusikan kepada umat ini amatlah menarik untuk dipelajari dan dipahami serta diikuti, penulis kali ini akan mencoba berusaha menuangkan pemahamannya terhadap pemikiran sang pencerah umat '' imam Ghozali '' melalui buku-buku karyanya yang lebih dari lima puluh kitab hasil karyanya tersebut baik bidang teologi, palsafat, tasawuf, aqidah maupun ilmu Fiqih.
B. RIWAYAT SINGKAT AL-GHOZALI.
Imam Ghozali adalah seorang sosok intelektual yang memberikan kontribusi terus menerus kepada umat ini melalui buah pemikirannya yang dituangkan melalui buku-buku karangnya yang masih dapat kita nikmati sampai sekarang ini. Beliau seorang ulama yang mempunyai pemikiran jernih, pandangan luas, pandai membaca situasi, jitu dalam berpendapat sehingga menjadikannya seorang yang ditakuti oleh lawan di segani oleh kawan. Sosok seorang seperti imam Ghozali ini menjadi damba'an umat islam dunia karena dedikasi dan karya-karyanya dalam mengembangkan pemikiran Islam di berbagai bidang. Lebih dari lima puluh kitab hasil karyanya tersebar dalam katalog kitab klasik, baik di bidang teologi, palsafat, tasawuf maupun ilmu Fiqih Dalam wacana intelektual islam imam Ghozali adalah seorang ulama yang produktif dalam menuangkan buah pemikirannya kedalam kitab-kitab klasik sehingga namanya melambung tinggi dikalangan umat islam maupun dikalangan barat ,banyak buah karya beliau yang dikaji di timur dan barat dan dijadikan rujukan baik itu oleh cendikiawan muslim ataupun oleh orang orentalis terhadap ilmu palsafah.i Imam Al-Ghazali lebih dikenal sebagai ulama thasawuf dan akidah. Oleh sebab itu sumbangannya terhadap bidang palsafah dan ilmu pengetahuan lain tidak boleh dinafikan. Al-Ghozali merupakan seorang ahli Sufi yang bergelar '' Hujjatul islam ''ii Ayahnya tergolong orang yang hidup sangat sederhana sebagai pemintal benang, tetapi mempunyai semangat keagamaan yang tinggi seperti terlihat pada simpatiknya kepada ulama, dan mengharapkan anaknya menjadi ulama, yang selalu memberi nasehat kepada umat. Itulah sebabnya, ayahnya sebelum wafat menitipkan anaknya, Al-Ghozali dan saudaranya, Ahmad yang ketika itu masih kecil, kepada seorang ahli tasawuf untuk mendapatkan didikan dan bimbingan. Sosok kepribadian Imam Ghozali adalah seorang yang cinta terhadap ilmu pengetahuan, selalu penasaran dalam segala hal dan berusaha untuk mencari kebenaran, begitu mendalam kecinta'annya terhadap ilmu sehingga mendorongnya menggembara dan merantau dari satu tempat ke tempat yang lain
untuk berguru dengan ulama-ulama yang hidup pada zamannya. Sehingga tatkala ia berada di Baghdad, Al-Ghazali telah dilantik sebagai Mahaguru Universitas Baghdad, perlu kita ketahui bahwa Irak pada jaman tersebut menuai jaman kemasannya dalam bidang keilmuan baik dalam bidang ilmu tafsir, palsafah, fiqih dan lan sebagainya, sehingga banyak melahirkan ulama-ulama skeliber imam Syafii. Sudah menjadi fitrah manusia tatkala ia banyak menggeluti disiplin berbagai macam ilmu maka akan timbul suatu keraguan dari apa yang telah ia dapatkan, inilah yang dirasakan oleh beliau imam Ghozali terhadap ilmu-ilmu yang dipelajarinya seperti tentang hukum, teologi/ mantiq dan palsafah dan dari kegunaan pekerjaanya, dan karya-karya yang dihasilkannya, sehingga ia menderita penyakit selama 2 bulan, dan sulit diobati. Karena itu, Al-Ghozali tidak dapat menjalankan tugasnya sebagai guru besar di madrasah Nizhamiyah. Akhirnya ia menimggalkan Baghdad menuju kota Damaskus. Selama kira-kira dua tahun, Al-Ghozali di kota ini, ia melakukan uzlah, riyadhoh, dan mujahadah. Kemudian ia pindah ke bait al-Maqdis, Palestina untuk melaksanakan ibadah serupa, setelah itu tergerak hatinya untuk menunaikan ibadah haji dan menziarahi maqam Rasulullah.sebagaimana yang tertulis dalam kitab beliau " Al- Munqidz min al-dhalal"iii

C. PEMIKIRAN IMAM AL-GHOZALI.
A. BIDANG TASAWUF.
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa beliau imam Ghozali adalah orang yang gigih dalam mencari ilmu pengetahuan. Ia berusaha sekeras mungkin agar dapat mencapai suatu keyakinan dan mengetahui hakikat segala sesuatu. Sehingga senantiasa ia bersikap kritis yang menjadikannya orang yang penuh dengan penomental dalam segala hal, yang dianatarnya pemikiran beliau mencakup dalam bidang tasawuf seperti dalam tasawufnya, Imam al-Ghozali memilih tasawuf sunni yang berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah Nabi, ditambah dengan doktrin Ahlussunnah WalJamaah yang kebangkitannya kembali dipelopori oleh al-Imam Abu al-Hasan Ali bin Ismail al-Asy’ari. Dari paham tasawufnya itu, beliau menjauhkan semua kecenderungan akal diatas segalanya dan kesesatan yang ditimbulkan bagi manusia yang tidak berpegang teguh kepada al- Quran dan as- Sunah Nabawiyah sehingga mereka keluar dari jalan yang lurus menuju kesesatan yang nyata dan juga beliau imam Ghozali menjauhkan tasawufnya dari pemahaman wahdatul wujud seperti tasawufnya al- Halaj yang telah terkontiminasi dengan gaya pemikiran filosof Yunani ( Aristoteles) pegabungan diri dan penyatuan kepada Tuhan, maka dari itu tasawufnya beliau al- Ghozali benar-benar bercorak islami.
Corak tasawufnya lebih di tekankan pada adab dan tatakrama serta mencakup didalamnya penghimpunan aqidah, syariat dan akhlak dalam satu wadah yang kuat dan berbobot karena tasawuf yang beliau cetuskan melalui pengalaman spiritual yang lahir dari kajian dan pengalaman pribadi setelah melaksanakan suluk dalam riyadhoh dan mujahadah yang intensif dan berkesinambungan, sehingga hemat penulis bahwa beliau dapat kita katakan seumur hidupnya ia bertasawuf.
Dalam pandangan tasawuf seandainya kita melihat kitab" Ihya Ulumuddin " ilmu tasawuf mengandung dua bagian penting" Yang pertama mencakup ilmu Mua'malah sedangkan bagian yang kedua mencakup ilmu mukasyafah (tersingkapnya segala rahasia) kemudian al-Ghozali mnyusun menjadi empat bab utama dan masing-masing dibagi lagi menjadi sepuluh pasal yaitu :
Bab pertama : Tentang ibadah.
Bab kedua : Tentang adat istiadat.
Bab ketiga : Tentang hal-hal yang mencelakakan
Bab keempat : Tentang maqomat dan ahwal.
Menurutnya, perjalanan tasawuf itu pada hakekatnya adalah pembersihan diri dan pembeningan hati terus menerus sehingga mampu mencapai musyahadah. Oleh karena itu ia menekankan pentingnya pelatihan jiwa, penempatan moral atau akhlak yang terpuji baik disisi manusia maupun Tuhan. Inilah corak tasawufnya imam al- Ghozali yang bersih dari khurofat serta penyelewengan seperti yang ada sebagian sufi saat ini, yang telah terkontaminasi serta dipengaruhi oleh unsur-unsur :
1. Memiliki sifat fanatisme terhadap syaikh-syaikh mereka dengan ajaran-ajaran.
2. Memohon pertolongan atau istighosah kepada para syaikh mereka.
3. Pengkultusan kuburan para syaikh mereka.
4. Sebagaian aliran sufi meyakini adanya wihdatul wujud ( menyatunya hamba kepada Allah swt. )
5. Aliran sufi suka bermain musik dan menari yang mereka namakan dengan gambus dalam dzikir.
Mungkin inilah sepintas kesesatan aliran sufi yang ada saat ini yang lahir dari penyelewengan yang diciptakan oleh para pengikutnya yang tidak bersumber dari imam-imam besar mereka seperti al-Ghozali, imam Zunaid.dan Hasan al-Bashori.
Yang aliran tasawuf mereka jauh dari hal-hal yang diatas.

B. BIDANG AQIDAH.
Aqidah adalah salah satu pondasi terpenting dalam agama islam, tidak sempurna ke islamannya seseorang apabila aqidahnya bertentangan dengan al-Quran dan as- Sunah aqidah yang baik adalah aqidah yang sejalan dengan dua pedoman hidup umat islam al-quran dan sunah,karena mereka para rasul-rasul Allah swt diutus kepada kaumnya masing-masing hanya untuk mendakwahkan tauhid (aqidah) yang satu bahwa " Tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali satu (Allah swt )"
Kemudian dijaman dewasa ini banyaknya aliran serta golongan dalam agama islam khususnya menjadikan umat ini terpecah menjadi beberapa golongan yang mengakibatkan masuknya pemikiran falsafah kedalam ilmu tauhid, tafsir ,akhlak dan disiplin ilmu lainnya, hal ini tidak terjadi dijaman Nabi ataupun sahabat karena mereka tidak berani memprosir pemikirannya didaerah terlarang yang telah Allah peringatkan melalui para utusannya, akan tetapi existensi umat kini telah terpancing oleh tipi daya orang-orang yang mempunyai tujuan agar umat islam ini masuk kedalam tempat perkara syubhat yang akan tergelincir masuk kedalam perkara haram. Laksana seorang penggembala di pinggir sebuah tempat larangan yang akhirnya lalai dan masuk ke dalam tembat larangan tersebut.iv" Hal ini masuk dalam permasalahan permasalahan teologi ada permasalahan-permasalahan yang sebenarnya hanya Allah lah yang mengetahuinya secara dzât. Namun sebagian ulama justru tenggelam dalam membahas permasalahan tersebut sehingga bermunculanlah aliran-aliran teologi sebagai ekses dari pembahsana tersebut. Seperti pembahasan mengenai sifat Allah, hakikat perbuatan manusia dan permasalahan samar lainnya yang ada dalam pembahasan Ayat-ayat mutasyâbihât, hal ini tentunya melahirkan perselisihan di antara para ulama. Ada di antaranya yang memperbolehkan untuk mentakwilkannya, sedangkan sebagian lagi tidak memperbolehkannya. Sehingga perbedaan pendapat tersebut berubah menjadi madzhab. Satu contoh perbeda'an antara madzhab salaf dan khalaf tentang aqidah esensi Allah swt. Didalam sebuah pertanyaan" Dimanakah Allah swt?
Tentunya bagi orang yang pernah terjatuh kedalam dunia filsafah sepertinya akan membawa sedikit banyaknya akal kedalam tempat larangan Allah dengan menjadikan akal diatas segalanya dan berusaha bersifat kritis untuk menopong pendapatnya, walaupun argument yang mereka lontarkan hanya dengan logika akal semata. Namun bagi mereka yang berpegang teguh kepada salafus sholeh mereka akan mengikuti pendahulnya para sahabat Nabi yang ber argumen kalau "Allah swt di atas langit " dengan dalil-dalil sebagai berikut : v
1. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy.
2. Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy.
Adapun dalil hadist rasulallah tentang esensi Allah di langit sebagai berikut :
1. Hadist yang di keluarkan oleh imam Muslim yang sanadnya dari Muawiyah bin al- Hakim as-Silmi berkata " Bahwasanya saya mempunyai seorang budak perempuan yang sedang mengembala kambing, kemudian rasulallah mendatangiku seraya berkata kepadaku" Apakah ia pembantumu" kemudian aku menjawab "benar ya rasulallah" kemudian beliau mendatangi pembantuku dan berkata kepadanya " Dimanakah Allah.. ? pembantuku menjawab" di langit " kemudian beliau bertanya" Siapakah saya..? kemudian dijawab " kamu adalah rasulallah( utusan Allah swt). Kemudian beliau berkata kepadaku" Sesungguhnya pembantumu adalah mu'minah
Disini saya tidak menulis argument bantahan al-Ghozali terhadap dalil-dalil yang di atas yang notabenenya menunjukan kalau Allah swt di atas langit, karena disebabkan beberapa hal yang insyaallah akan kita ketahui di bangku kuliah al-azhar yang menganut aliran aqidah imam Abu al-Hasan Ali bin Ismail al-Asy’ari.

C. BIDANG FALSAFAH.
Al-Ghozali adalah seorang yang penuh dengan fenomental dalam bidang ilmu pengetahuan, banyak bidang ilmu yang beliau geluti dalam hidupnya mulai dari ilmu tasawuf , aqidah, akhlak sampai kepada filsafah yang tatkalah itu menjadi ilmu baru dikalangan umat islam yang diterjemahkan kedalam bahasa arab, ketika gerakan penerjemahan digalakan di zaman Dinasti Abbasiyyah. Sehingga banyak para ulama islam yang konsen di bidang yang bisa dianggap baru ini. Dan hal tersebut menambah aliran baru dalam islam yaitu para filosof islam yang menerjemahkan islam melalui filsafat yang mereka pelajari , disini banyak kesesatan serta kesalah pahaman yang masuk ke dalam pemikiran ulama islam yang konsen mendalaminya seperti dalam permasalahan " bumi " Sebagian ulama islam yang pikirannya telah terkontaminasi oleh Ariesthales dan Socrates mereka menyetujui kalau bumi itu ada dengan sendirinya karena dari ber erotasi benda-benda cakrawala seperti matahari dengan bulan kemudian bulan bergesekan dengan matahari atau dengan bulan lainnya yang mengakibatkan lahirnya bumi. Atau juga mereka mendebatkan tentang existensi keberadaan bumi, apakah bumi itu bersifat qodim ( lama) atau hadis ( baru) sehingga satu sama lain saling mengkafirkan seperti imam al-Ghozali mengkafirkan al- Farobi, ibnu Sina yang tidak sejalan dengan pendapatnya yang mengatakan kalau "Alam itu hadis " dan setiap yang hadis mempunyai sebab, jadi alam mempunyai sebab, yang sebabnya adalah dari Allah swt. vi Perbedahan tersebut timbul dari segala bentuk pemikiran filsafah barat yang dituangkan dalam tulisan yang kemudian diterjemahkan kedalam bahasa arab sehingga menuaikan perbedaan pendapat ada yang pro dan kontra.
Yang terakhir sekiranya perlu kita ketahui buah karya imam al-Ghozali yang begitu cemerlang yang diperkirakan berjumlah 300 karangan yang masuk diantaranya "
1. Maqashid al-Falasifah (tujuan-tujuan para filusuf)
2. Tahafut al-Falasifah ( kekacauan pikiran para filusuf )
3. Mi’yar al-‘ilm (kriteria ilmu-ilmu)
4. Ihya’ ‘ulumudin (menghidupkan kembali ilmu–ilmu agama) yang merupakan
karyanya terbesar yang dikarangnya selama beberapa tahun di damaskus,
yerussalem, hijaz, dan thus yang berisi antara fikih, tasawuf, dan filsafat.
5. Al-Munaqidz min al – Dhalal ( Penyelamat dari kesesatan)
6. Al-Ma’rifat al-Aqliyah (pengetehuan yang rasional)
7. Misykat al-Anwar (lampu yang bersinar banyak)
8. Minhaj al-‘Abidin (jalan mengabdikan diri kepada Tuhan)
9. Al-Iqtishad fi al- ‘itiqad (moderasi dalam aqidah)
10. Ayyuha al-Walad
11. Al-Mustahfa
12. Iljam al-‘awwam ‘an ‘ilm-al-Kalam
13. Mizan al-‘Amal

0 comments:

إرسال تعليق

Search This Blog

جارٍ التحميل...

About Me

صورتي
Hi Guys.. Salam kenal dari ane. Orang Misterius yang telah hadir di tengah-tengah kehidupan kalian, pada hari senin tepatnya di daerah Bekasi, dengan hobi engga betah tinggal dirumah, serta lebih suka makan di rumah orang lain hehe. Adapun hal yang paling di benci dlm hdup menunggu sesuatu yang g pasti dan duduk berdampingan dgn org yg merokok.

Discus With Me

Silaturahmi

  
 
Top

PESONA MESIR | Copyright © 2011 All right reserved.
Black Eleganisme Blogger Template | Designed By Serba Blog